Menu Close

Pengembangan Bahan Baru Dalam Teknologi Pakaian Mode Ramah Lingkungan

Pengembangan bahan baru dalam teknologi pakaian mode ramah lingkungan merupakan salah satu upaya penting untuk mengurangi dampak buruk industri fesyen terhadap lingkungan. Bahan-bahan baru yang ramah lingkungan ini dirancang untuk mengurangi penggunaan sumber daya alam, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan mengurangi limbah tekstil.

Pengembangan Bahan Alami

Salah satu pendekatan dalam pengembangan bahan baru yang ramah lingkungan adalah penggunaan bahan alami. Bahan alami seperti serat tumbuhan (katun, linen, rami, bambu) dan serat hewan (wol, sutra) merupakan pilihan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan sintetis. Bahan alami dapat terurai secara hayati dan tidak menghasilkan senyawa kimia berbahaya saat diproduksi atau dibuang.

Pengembangan Bahan Daur Ulang

Pendekatan lain dalam pengembangan bahan baru yang ramah lingkungan adalah penggunaan bahan daur ulang. Bahan daur ulang seperti poliester daur ulang, nilon daur ulang, dan katun daur ulang dapat membantu mengurangi penggunaan sumber daya alam dan mengurangi limbah tekstil. Bahan daur ulang ini dapat diperoleh dari limbah pakaian bekas, limbah produksi tekstil, atau bahkan limbah plastik.

Pengembangan Bahan Biodegradable

Pengembangan bahan biodegradable atau bahan yang dapat terurai secara hayati juga menjadi salah satu upaya penting dalam teknologi pakaian mode yang ramah lingkungan. Bahan biodegradable seperti PLA (polylactic acid) dan PHA (polyhydroxyalkanoate) dapat terurai secara alami oleh mikroorganisme dalam kondisi tertentu, sehingga tidak mencemari lingkungan.

Pengembangan Bahan Ramah Lingkungan Lainnya

Selain penggunaan bahan alami, bahan daur ulang, dan bahan biodegradable, ada beberapa jenis bahan lain yang juga ramah lingkungan. Bahan-bahan tersebut antara lain:

  1. Tencel atau Lyocell: Tencel atau lyocell adalah serat yang terbuat dari bubur kayu yang diolah dengan menggunakan pelarut yang ramah lingkungan. Tencel memiliki sifat yang mirip dengan sutra, yaitu lembut, berkilau, dan menyerap keringat.
  2. Modal: Modal adalah serat yang terbuat dari bubur kayu beech. Modal memiliki sifat yang mirip dengan katun, yaitu lembut, nyaman dipakai, dan menyerap keringat.
  3. Cupro: Cupro adalah serat yang terbuat dari limbah kapas. Cupro memiliki sifat yang mirip dengan sutra, yaitu lembut, berkilau, dan menyerap keringat.
  4. Rami: Rami adalah serat yang terbuat dari batang tanaman rami. Rami memiliki sifat yang kuat, tahan lama, dan menyerap keringat.
  5. Bambu: Bambu adalah serat yang terbuat dari batang pohon bambu. Bambu memiliki sifat yang kuat, menyerap keringat